Galanggang Pacuan Kuda
Salah satu tempat hiburan yang berada di jalan veteran. Merupakan salah satu tempat wisata yang setiap sore dan pagi banyak warga yang datang ke tempat ini untuk sekedar melepas penat ataupun untuk rekreasi. Tempat ini merupakan sebuah arena pacuan kuda yang sangat luas berbentuk lingkaran. Setiap pagi dan sore selalu ramai oleh warga sekitar yang kebetulan lewat pulang jogging pagi atupun yang memang benar untuk berhenti di sana. Hal yang membuat tepat ini layak di kunjungi karena banyak sekali kuda-kuda yang sedang istirahat, bermain ataupun sedang makan. Pengunjung dapat melihat secara langsung banyak kuda yang ada di sana. Jika pengunjung ingin naik kuda pun bisa namun lebih dominan anak-anak kecil yang naik.
Biasanya setiap akhir tahun atau ketika ulang tahun kota bukittinggi para pihak penyelenggara kadang mengadakan pacuan kuda. Yang mengundang banyak antusias warga untuk melihat. Cara memberi tahukan kepada masyarakat bisa dari melihat tepat pacuan ini yang mulai di hias, di bersihkan, di beri bendera sponsor, dari mulut ke mulut ataupun pihak penyelenggara mengumumkannya memakai mobil dan ia akan memutari sebagian bukittinggi dan agam. Banyak sekali masyarakat yang tertarik untuk melihat, Baik itu memang melihat pacuan kuda, mencari makan/wisata makanan, ataupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Setiap sore banyak para pedagang yang menjajakan barang daganganya di sana baik yang sudah membuka sendiri tempat ataupun pedagang kaki lima. Mulai dari penjual bakso, bakso tusuk, bakso bakar, jagung bakar , sandwich mie agam dan lainnya di tambah dengan pemandangan di kala sore hari ketika cuaca cerah , kita dapat melihat matahari mulai menuju tempat peristirahatannya.
Setiap tanggal 17 agustus atau hari kemerdekaan tempat ini sering di gunkan sebagai tempat menyemarakkan hari kemerdekaan seperti diadakan lomba panjat pinang, balap karung dan sebagainya. Dan buat informasi ni (FYI) tempat ini juga pernah di gunakan sebagai tempat syuting film tenggelamnya kapal van der wick. Beberapa warga juga ikut teribat dalam proses pembuatan film ini.
Tempat ini di kelilingi oleh rumah warga, tempat berladang warga dan jika kita melihat ke atas/puncak terdapat makam orang-orang tionghoa(cina). Jika kita melihat tempat ini dari puncak akan terlihat betapa besar tempat itu. Dan jika kita berbalik badan kita dapat melihat pemandangan yang tak kalah indah dari tempat pacuan kuda ini.
Di tengah” galanggang” yang berbentuk lingkaran ini terdapat sebuah bangunan oleh masyarakat sekitar menamakannnya rumah “bulek”, mungkin karna bentuk rumah ini yang bulat. Di samping kanan bangunan ini terdapat taman dan di sebelah kiri terdapat seperti semacam batu peresmian tempat ini. Dan di depan rumah bulek ini terdapat sebuah jam kecil yang merupakan batasan antara bukitinggi dan agam, bisa jadi ini duplikat jam gadang tapi versi kecilnya. Dan di depan jam gadang ini terdapat semacam temat duduk/stadion yang dapat di gunakan untuk tempat duduk ketika berlangsungnya pacuan kuda.
Ok mungkin segitu cerita dari saya, ini versi saya kalau ada kesalahan saya minta maaf.
Yukss, come to bukittinggi. Banyak lagi tempat wisata yang dapat di eksplor.




Komentar
Posting Komentar